Beranda / Jakarta / Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Jakarta Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan salah satu gedung yang berada di kawasan Outer Ring Road

Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Jakarta Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan salah satu gedung yang berada di kawasan Outer Ring Road

JAKARTA BARAT — Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Jakarta Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan salah satu gedung yang berada di kawasan Outer Ring Road, Blok Kavling No. 35-36, Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (14/8/2026).


Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan adanya kegiatan challenge hafalan Al-Qur’an yang disebut menawarkan hadiah berupa minuman keras (miras) merek Newport dalam festival musik The Sounds Project yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada 9 Agustus 2026.
Massa aksi berasal dari sejumlah elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Jakarta Barat. Di antaranya Front Persaudaraan Islam (FPI), Jawara, serta Forum Betawi Rempug (FBR).


Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan keberatan terhadap dugaan penggunaan aktivitas yang berkaitan dengan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari sebuah tantangan atau promosi yang dikaitkan dengan hadiah minuman beralkohol.
Menurut massa, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut sensitivitas nilai keagamaan dan dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Massa juga meminta pihak yang berkaitan dengan kegiatan tersebut memberikan penjelasan secara terbuka mengenai konsep, mekanisme, penyelenggara, serta pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan yang dipersoalkan.


Aksi kemudian berlangsung di tengah penjagaan aparat kepolisian. Sejumlah personel polisi terlihat berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan maupun kemacetan akibat adanya kegiatan penyampaian aspirasi.
Kehadiran aparat juga untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan para peserta dapat menyampaikan pendapat sesuai ketentuan yang berlaku.


Minta Ada Klarifikasi dan Evaluasi
Massa aksi mendesak agar dugaan kegiatan tersebut diklarifikasi secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di masyarakat.


Mereka juga meminta agar pihak terkait melakukan evaluasi terhadap materi promosi maupun aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan hiburan, khususnya apabila terdapat unsur yang menggunakan simbol atau aktivitas keagamaan.
Menurut massa, kegiatan hiburan tetap harus memperhatikan norma sosial, nilai keagamaan, serta sensitivitas masyarakat.
Aksi tersebut menjadi perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi. Aparat kepolisian melakukan pengaturan dan pengamanan untuk menjaga situasi tetap kondusif.


Hingga aksi berlangsung, massa meminta agar persoalan tersebut tidak dianggap sebagai persoalan sepele dan berharap adanya respons serta penjelasan dari pihak-pihak yang berkaitan.
Massa menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan tuntutan agar dugaan penggunaan hafalan Al-Qur’an dalam challenge yang dikaitkan dengan hadiah minuman keras dapat dijelaskan secara transparan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *